Sejarah Singkat

Biro Pengabdian Masyarakat Pondok Pesantren Annuqayah (BPM-PPA) didirikan pada tahun 1978 oleh KH. A. Basith AS., KH. M. Tsabit Khazin, Drs. KH. M. Syafi’i Anshori dan Drs. Nur Hidayat. BPM-PPA secara struktural berada di bawah naungan Pondok Pesantren Annuqayah dan merupakan organisasi nirlaba dan non-pemerintah (NGO) yang mengkhususkan pada upaya-upaya penguatan masyarakat (civil society), dengan […]

Biro Pengabdian Masyarakat Pondok Pesantren Annuqayah (BPM-PPA) didirikan pada tahun 1978 oleh KH. A. Basith AS., KH. M. Tsabit Khazin, Drs. KH. M. Syafi’i Anshori dan Drs. Nur Hidayat. BPM-PPA secara struktural berada di bawah naungan Pondok Pesantren Annuqayah dan merupakan organisasi nirlaba dan non-pemerintah (NGO) yang mengkhususkan pada upaya-upaya penguatan masyarakat (civil society), dengan cara pendampingan, pembinaan dan pengembangan kemampuan melalui organisasi berbasis masyarakat.
Pada tahun 1977-1978 Kiai Abdul Basith AS mengikuti Latihan Tenaga Pengembangan Masyarakat (LTPM), yang diselenggarakan LP3ES di Pesantren Pabelan, Magelang Jateng. Setelah beliau mengikuti kegiatan tersebut, Kiai Basith kemudian menginisiasi pembentukan Biro Pengabdian Masyarakat Pondok Pesantren Annuqayah atau disingkat dengan nama BPM-PPA. Lembaga ini bergerak di bidang pengabdian masyarakat (community service). Diantara program yang telah terlaksana pada saat itu yaitu program penghijauan –penanaman pohon akasia, lamtoroagung, kapuk, serta tanaman sayur seperti tomat, cabe, mentimun, kacang panjang, sawi, petai, dan jenis sayur mayur lainnya untuk pemanfaatan pekarangan. Kegiatan ini juga berlaku untuk tanaman obat sehingga tradisi meracik obat herbal kini sudah membudaya di lingkungan masyarakat Guluk-guluk. Bahkan karena program penghijauan tersebut, pada tahun 1981 Annuqayah mendapatkan Kalpataru dari Presiden Republik Indonesia.
Selain itu, pada tahun 1980 BPM-PPA bekerjasama dengan UNICEF, Asia Foundation dan Yayasan Mandiri juga mengadakan program pengadaan air bersih fasilitas MCK untuk masyarakat daerah Patapan, Berca dan Brakas. Karena kebutuhan meningkat, kemudian tahun 1983 diperluas sampai dusun Daleman.
Untuk memperkuat SDM para santri, pada tahun 1981 BPM-PPA kemudian mengutus santri untuk mengikuti pelatihan di Pabelan dalam program Latihan Pengembangan TTG (Teknologi Tepat Guna). Ada 14 jenis teknologi tepat guna yang dilakukan oleh BPM-PPA setelah melakukan latihan di Pabelan seperti pompa hidran, ferro semen, bambu semen, filterasi air, pupuk kompos, jamur buatan, sablon, penjilidan kitab, atap ijuk semen, pompa tali, tungku lorena, mesin penetas telur, dan mesin perontok jagung.
Pada 2017, BPM-PPA bersama Wahid Foundation dan UN Women menyelenggarakan program desa damai di beberapa desa di kabupaten Sumenep dengan tujuan pemberdayaan perempuan, promosi perdamaian, dalam bentuk pelatihan peningkatan kapasitas dan ekonomi kreatif demi meningkatkan taraf hidup masyarakat pada tingkat keluarga.
Awal tahun 2020, melalui satuan kerjanya dibidang lingkungan; Kebun Konservasi Assalam Prancak, BPM-PPA menfasilitasi pendidikan anak desa Prancak melalui program Komunitas Sekolah Alam (KSA). Terbentuknya komunitas ini diharapkan memberikan dampak positif dalam menanamkan nilai-nilai kepesantrenan, kemanusiaan, perdamaian, dan pengabdian pada masyarakat melalui program pendidikan yang menyenangkan.
Ditingkat santri, BPM-PPA bekerjasama dengan Yayasan Annuqayah menyelenggarakan program pertanian pesantren. Program ini diharapkan dapat mendorong ketertarikan santri dalam bidang pertanian melalui penyediaan pendidikan pertanian praktis. Program ini dimulai sejak Juli 2020 dan diikuti oleh delapan orang santri dengan dukungan dua konsultan.
BPM-PPA berjejaring dengan pemangku kepentingan multipihak untuk menggalang dukungan bagi pelaksanaan program:
  1. Pemerintah
  1. Dinas Kehutanan dan Perkebunan, bekerjasama dalam pengadaan bibit untuk kegiatan penghijauan.
  2. BLK, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bekerjasama dalam penyelenggaraan kursus keterampilan mengetik dasar bagi santri.
  3. Sekretariat Pemda Sumenep, akses data statistik Kabupaten Sumenep.
  4. DPMPD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa), sebagai mitra kegiatan dalam program pelatihan ekonomi kreatif di tingat Desa.
  5. Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik), sebagai mitra program Desa Damai.
  1. Organisasi Non Pemerintah
BPM-PPA aktif membina pertemanan dengan organisasi non pemerintah di tingkat lokal, nasional dan bahkan internasional, diantaranya, LP3ES, Bandung Forum, Bina Desa, P3M, PKBI, Lakpesdam, WALHI, Serikah Indonesia Berseru, Lembaga Bantuan Hukum, Aliansi Organis Indonesia, AM2PN, UNICEF, CIDA Kanada, Asia Foundation, Japan International Exchange of Culture (JIEC), Wahid Institute/Foundation, CMARS, Yayasan KEHATI, Ford Foundation, Dompet Dhuafa, KuIS, SBMI.
  1. Masyarakat Umum
BPM-PPA membina hubungan dengan beberapa kelompok swadaya masyarakat (KSM) melalui program pendampingan dalam bentuk pendidikan peningkatan kapasitas dan pengajian (kompolan).

Agenda

Lorem ipsum dolor sit amet

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat […]

Baca Selengkapnya